X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

BIKIN BANGGA!! SMARTKIDS YANG BERGABUNG DI OKL STREET LIBRARY SMARTASTIC KIDS AND TEENS CLUB MERAIH PREDIKAT LULUSAN TERBAIK

Rey dan Vino, dua SmartKids berprestasi di ruang terbuka Komunitas OKL Street Library (ft. OKL)

OKL-Library.com Malaka | Hari bahagia bagi siswa-siswi Sekokah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Termasuk di SDK Tahak, kelulusan diumumkan hari ini Rabu (15/6/2022).

Mengagumkan, beberapa SmartKids yang bergabung di OKL Street Library SmarTastic Kids and Teens club mengungkapkan perasaannya meraih predikat kelulusan terbaik.

Salah satu SmartKids yakni, Adrianus Nahak Seran, atau yang kerap disapa Rey (11), telah menamatkan sekolah dasarnya dan meraih predikat lulusan terbaik sebagai juara pertama (15/6).

Cerdasnya, Rey berhasil meraih predikat murid dengan lulusan terbaik di angkatannya. Prestasi ini membuat Founder Komunitas OKL Street Library, Oktavianus Klau Lekik, turut merasa bangga.

Di tengah kesibukannya di kelas peogram OKL Street Library SmarTastic Kids Summer camp 2022, Oktavianus mengatakan bahwa merasa bangga dan bahagia setelah mengetahui salah satu SmartKids nya meraih predikat kelulusan terbaik sebagai juara pertama.

“Merasa bahagia dan bangga salah satu SmartKids yang bergabung di OKL Street Library SmarTastic Kids and Teens club meraih predikat terbaik di angkatannya,” tutur Oktavianus di selah kesibukannya di ruang terbuka Komunitas OKL Street Library, Rabu (15/6).

Rey dianggap layak mendapatkan predikat kelulusan terbaik, karena memang unggul dalam banyak hal.

“Terharu setelah mendengar Rey meraih kelulusan terbaik. Alasannya Rey bukan saja karena hari ini lulus dari sekolah dasarnya, tapi Rey juga mendapat predikat lulusan terbaiknya dari segi etika, mandiri, edukasinya, disiplin, tingkah lakunya, predikat terbaik,” lanjut Oktavianus.

Tak hanya Rey yang mendapatkan predikat terbaik, ternyata Oktavianus sangat bangga atas pencapaian beberapa SmartKids di dunia pendidikan yakni, Astin (12) dan Vino (11). Astin meraih predikat juara kedua, sementara Vino meraih predikat juara keempat. Pencapaian yang didapatkan Rey, Astin dan Vino adalah bukti bahwa kehadiran Komunitas OKL Street Library, dengan program unggulan OKL Street Library SmarTastic Kids and Teens club membawa dampak positif pada SmartKids yang telah bergabungnya.

“Program unggulan OKL Street Library SmarTastic Kids and Teens club di luncurkan September 2020 yang lalu. Pada saat Rey, Astin, Vino masih di bangku kelas IV SD. Program khusus untuk prioritas anak-remaja pesisir inklusif yang ditinggalkan orang tua menjadi TKI dan merantau, membawa dampak baik. Artinya, ketika orang tua menjadi perantau atau TKI, SmartKids mendapat tempat yang baik dan nyaman untuk membuat prestasi,” jelas Oktavianus.

Rey dan Vino sesaat setelah mendengar hasil kelulusan di SDK Tahak, menempatkan diri ke lapak baca OKL Street Library (ft. OKL)

Rey menceritakan, merasa bersyukur di nobatkan sebagai lulusan terbaik dengan predikat juara pertama di sekolahnya hari ini, dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama.

Hanya saja menurut Rey, ia merasa deg-degan dan takut atas pengumuman kelulusan hari ini, karena takut tidak berhasil lulus. Namun, alhasil kabar baik menyertainya dan teman-temannya lulus dengan prestasi membanggakan.

“Deg-degan dan takut tidak lulus, kami sudah menanti enam tahun, takut kalau hasil tidak lulus. Tapi bahagia lulus dan mendapatkan predikat lulusan terbaik sebagai juara pertama,” ucap Ray diruang terbuka Komunitas OKL Street Library.

Rey saat di ruang terbuka Komunitas OKL Street Library (ft. OKL)

Diwaktu bersamaan, hal ini juga dirasakan Vino, merasa takut saat pengumuman kelulusan. Bersyukur, rasa takutnya terbayar, setelah pengumuman ia dinyatakan lulus dengan predikat juara keempat hari ini.

“Merasa takut sekali dari kemarin, beruntung lulus dan meraih juara keempat disekolah,” tutur Vino yang bercita-cita menjadi seorang tentara ini.

Vino saat di ruang terbuka Komunitas OKL Street Library (ft. OKL)

Mereka merasa senang dan bahagia bergabung di OKL Street Library SmarTastic Kids and Teens club. Mimpi mereka terwujud untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama. Tak sampai disitu, mereka juga merasa bersyukur di sekolah di ajarkan guru-guru yang hebat.

“Senang dalam proses belajar selama enam tahun di sekolah dan berhasil lulus dengan hasil terbaik. Trima kasih kepada Komunitas OKL Street Library, kepada guru-guru hebat di SDK Tahak yang sudah memberi teladan yang baik selama di sekolah, dan kepada semua teman kelas. Perjalanan kita masih panjang, selalu semangat untuk mewujudkan cita-cita,” tutup Rey. (By OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn