X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

DEKLARASI RESMI RIDERS MAX INDONESIA: MENGUKUHKAN KOMUNITAS MOTOR MENUJU KLUB YANG SOLID

Kadek Agus Mulyawan, Ketua Umum Rider Max Indonesia (dok. By OKL)

LibraryPost.com Kuta | Hari ini, Minggu, 2 November 2025, Riders Max Indonesia mengadakan event deklarasi resmi di Hard Rock Cafe Bali. Acara ini dihadiri oleh berbagai klub motor di Indonesia dan bertujuan untuk mengukuhkan diri sebagai klub motor yang solid dan terorganisir.

Menurut Agus Kadek Mulyawan, Ketua Umum Rider Max Indonesia, event ini merupakan langkah penting dalam perjalanan Riders Max Indonesia untuk menjadi klub motor yang lebih baik. “Kami ingin mengukuhkan diri dari komunitas motor ke klub motor yang lebih terstruktur dan terorganisir,” ujar Agus di Hard Rock Cafe Bali, Minggu (2/11/2025).

Acara deklarasi ini dihadiri oleh berbagai klub motor di Indonesia, yang menunjukkan solidaritas dan dukungan terhadap Riders Max Indonesia. Agus mengatakan bahwa event ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Club Rider Max Indonesia kepada klub bikers lain di seluruh Indonesia. “Kami ingin memperkenalkan diri sebagai klub motor yang solid dan terorganisir, serta membangun hubungan yang baik dengan klub motor lainnya,” tambah Agus.

Dokumentasi pengukuhan Rider Max Indonesia (dok. by OKL)

Dengan deklarasi ini, Riders Max Indonesia berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya keamanan dan keselamatan dalam berkendara. Agus juga mengajak semua klub motor di Indonesia untuk bergabung dan bersinergi dalam membangun komunitas motor yang lebih baik.

“Dengan deklarasi ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan diri dan menjadi contoh bagi klub motor lainnya,” kata Agus. “Kami berharap dapat membangun hubungan yang baik dengan klub motor lainnya dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan dan keselamatan dalam berkendara.”

Acara deklarasi ini diakhiri dengan penandatanganan deklarasi dan foto bersama dengan para pengurus klub motor. Dengan demikian, Riders Max Indonesia secara resmi menjadi klub motor yang solid dan terorganisir, siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan deklarasi ini, Riders Max Indonesia berharap dapat menjadi contoh bagi klub motor lainnya dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan dan keselamatan dalam berkendara. Semoga dengan demikian, komunitas motor di Indonesia dapat menjadi lebih baik dan solid, tutup Agus. (BY OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn
Related Post