X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

GEREJA KATOLIK ST ANDREAS DI BOLAN DIRESMIKAN OLEH KARDINAL IGNATIUS SUHARYO

Suasana malam di Gereja Katolik St. Andreas Bolan setelah peresmian (ft. OKL)

OKL.Library.com Malaka | Penantian panjang umat Katolik di Paroki St. Fransiskus Xaverius Fahiluka-Bolan akan adanya rumah ibadah baru berbuah manis. Gereja St. Andreas yang merupakan Gereja Katolik baru dibangun beberapa bulan lalu tersebut di resmikan oleh Kardinal Ignatius Suharyo, Pr. Jumat (3/12/2021). Gereja yang berukuran panjang 44 meter x lebar 26 meter tersebut berlokasi di Desa Fahiluka-Bolan, Kecamatan Malaka Tengah, Malaka-Nusa Tenggara Timur.

Sebelum di resmikan, Ignatius Suharyo juga secara simbolis melakukan pengguntingan pita serta melakukan penandatangan prasasti, kemudian dilanjutkan dengan upacara pemberkatan.

Ketua panitia pembangunan dan peresmian Gereja Katolik St. Andreas-Bolan, Servinus Leki, S.Fil., M.Si, mengaku merasa terharu mimpi Paroki St. Fransiskus Xaverius-Bolan dari tahun 2014 untuk memiliki bangunan gereja baru terwujudkan. Bersyukur, terpenuhinya mimpi ini tak terlepas dari berkat dari badai seroja April 2021 lalu.

Pada kesempatan itu, ia tak lupa mengucapkan terima kasih terhadap berbagai pihak yang telah berkontribusi, khususnya kepada para donatur, pemerintah daerah, tokoh adat dan seluruh warga sehingga gereja ini selesai dibangun.

“Tanpa dukungan semua pihak, tak mungkin terwujud mimpi untuk memiliki Gereja baru di paroki St. Fransiskus Xaverius Bolan ini.” Ucap Servinus.

Servinus melanjutkan, pembangunan Gereja Katolik St. Andreas-Bolan menelan biaya miliaran rupiah, diselesaikan hanya dalam waktu singkat lima bulan proses pembangunan. Ungkapnya.

Sementara itu, Bapak Andreas Alfiandi selaku donatur pembangunan Gereja Katolik St. Andreas-Bolan mengatakan, pembangunan Gereja ini tak terlepas dari kunjungan misi sosialnya pada saat bencana seroja April 2021 yang lalu.

“Dalam kunjungan misi sosial waktu itu di Malaka April lalu saat badai seroja, menempatkan waktu mampir di Gereja Bolan, melihat gereja yang sudah tak layak, kemudian tergerak hati untuk mendirikan gereja baru.” Tuturnya saat memberikan kata sambutan.

Andreas menambahkan, menitipkan Gereja Katolik St. Andreas kepada seluruh umat Katolik di Aintasi-Malaka, untuk merawat dan menjaga kebersihan gereja ini, sehingga gereja ini tetap awet. Ungkapnya.

Bupati Malaka, Simon Nahak beserta jajaran dalam penyambutan Kardinal Ignatius Suharyo di Gereja Katolik St. Andreas-Bolan (ft. OKL)

Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH., MH. Merasa sangat bersyukur atas pembangunan gereja baru di Bolan. Ia memberikan apresiasi luar biasa kepada para donatur beserta super tim atau supermen tim atas kontribusinya hingga diresmikan Gereja Katolik St. Andreas Bolan.

“Syukur kepada Allah, leluhur, alam dan para donatur. Bencana seroja membawa berkat, Bapak Andreas Sofian luar biasa membangun gereja ini hanya dalam waktu lima bulan.” Ucapnya.

Simon Nahak menegaskan agar seluruh umat menjaga gereja Katolik St. Andreas yang baru diresmikan ini. Karena Gereja yang berlokasi di Aintasi-Bolan ini sekaligus sebagai gereja untuk wisata spiritual. Tutup Simon Nahak. (By OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn