X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

I KADEK AGUS ARYA WIBAWA HADIRI FESTIVAL ROCK FAMILY GATHERING: KENAIKAN TUHAN YESUS DIRAYAKAN DENGAN MERIAH

Ibadah Rock Family Gathering dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga (dok. OKL)

Librarypost.com Denpasar | GBI Rock Ministry menggelar festival Rock Family Gathering dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus dengan mengusung tema “To Heaven and Back”. Festival ini berlangsung di Pantai Mertasari Sanur pada Kamis, 29 Mei 2025, dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, serta ribuan jemaat GBI Rock Ministry.

Festival diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung pada pukul 05.00 WITA di Pantai Mertasari Sanur. Ibadah ini dipimpin oleh Ps. Timotius Arifin, yang menyampaikan pesan tentang signifikansi kenaikan Tuhan Yesus ke Surga dan janji-Nya untuk kembali. Ps. Arifin juga menekankan pentingnya pertobatan dan kegembiraan dalam kehidupan sehari-hari. “Semua orang diangkat ke surga, dan Tuhan mau umatNya menyenangkan Tuhan,” kata Ps. Arifin. “Tuhan benci umat yang malas, umat yang pasif. Tuhan mau umatNya dipenuhi Roh Kudus dan melakukan perkara yang besar.”

Ps. Timotius Arifin memimpin ibadah Rock Family Gathering 2025 (dok. OKL)

 

Selain ibadah bersama, festival ini juga menampilkan berbagai kegiatan, seperti pemberian cinderamata kepada Wakil Wali Kota Denpasar, pelepasan burung merpati, lari 5 km dan 10 km, festival kuliner, serta pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Semua kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara jemaat GBI Rock Ministry dan merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga.

Dalam kesempatan tersebut, Ps. Arifin menyerukan kepada jemaat GBI Rock Ministry untuk bertobat dan menerima berkat Tuhan. Ia juga mengajak jemaat untuk memahami signifikansi kenaikan Tuhan Yesus ke Surga dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. “Bertobatlah dan bersuka cita, Tuhan siap menolong umatNya,” kata Ps. Arifin. “Tanda umat Tuhan adalah umat bersuka cita.”

Ibadah Rock Family Gathering 2025 di Pantai Mertasari Sanur (dok. By OKL)

 

Dengan mengusung tema “To Heaven and Back”, festival ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi jemaat GBI Rock Ministry untuk hidup dalam kebangkitan dan kuasa Tuhan Yesus. Festival ini juga menjadi kesempatan bagi jemaat untuk bersyukur dan memuji Tuhan atas kasih karunia-Nya (By OKL).

Categories: Literasi Rohani
Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn