X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MALAKA: OKL STREET LIBRARY BERGERAK

OKL Street Library SmartKids usai kelas Literasi Bahasa Inggris (ft. OKL)

Librarypost.com Malaka / Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil seperti Malaka, Nusa Tenggara Timur. Menurut English Proficiency Index 2018, Indonesia hanya menempati peringkat ke-51 dalam kemampuan bercakap dalam bahasa Inggris, jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Ketimpangan dalam isu-isu pendidikan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Malaka, disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk permasalahan akses pendidikan, mutu pendidikan, serta pemerataan infrastruktur pendidikan. Sebagai Provinsi kepulauan, Nusa Tenggara Timur memiliki masalah cakupan layanan teknologi informasi yang belum merata hingga ke wilayah-wilayah perbatasan, termasuk di Kabupaten Malaka.

Dalam menghadapi tantangan ini, OKL Street Library sebagai komunitas literasi yang berbasis pada literasi pendidikan, fokus dengan program-program edukatif yang fokus pada pendidikan di daerah terpencil di Tahak Debunaruk, Desa Railor, Malaka-NTT. OKL Street Library berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial khususnya di Malaka-NTT, dan di Indonesia secara umum, dengan cara meningkatkan kualitas dan daya saing dalam sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Malaka menjadi unggul melalui kelas literasi Bahasa Inggris untuk anak-anak belajar bahasa Inggris di ruang terbuka.

Literasi bahasa Inggris SmartKids di ruang terbuka OKL Street Library (ft. OKL)

Sejak Agustus 2020, OKL Street Library berkarya melalui kelas edukatif berbasis literasi untuk meningkatkan kualitas percakapan dalam bahasa Inggris bagi anak-anak di Desa Railor, Tahak Debunaruk, Kabupaten Malaka. Kelas Literasi Bahasa Inggris tersebut dilakukan melalui program OKL Street Library SmarTastic Kids and Teens club, dengan metode FENPI: Fun, Enjoy and Happiness untuk belajar bahasa Inggris.

 

Kondisi lingkungan dan infrastruktur Desa Railor yang masih membutuhkan perhatian banyak pihak, membuat OKL Street Library tergerak untuk berkontribusi secara langsung membantu memperbaiki kualitas pendidikan terutama literasi bahasa Inggris melalui kelas kelas bahasa Inggris bebas biaya. OKL Street Library, berinisiatif mengadakan program-program edukatif untuk mengajak seluruh masyarakat di Aintasi-Malaka, khususnya anak-anak di Desa Railor untuk berpartisipasi pada setiap kelas yang diadakan.

Anak-anak diajak terlibat secara langsung melalui kelompok belajar anak-anak untuk membantu memperbaiki kualitas dalam percakapan bahasa Inggris dengan menyediakan akses dan praktik khususnya percakapan Bahasa Inggris yang berkualitas untuk wilayah terpencil di Malaka-Nusa Tenggara Timur. Anak-anak diajak untuk belajar di ruangan terbuka dengan tema-tema ringan, yang dimaksudkan untuk membaca-menulis dan praktik berbicara bahasa Inggris satu persatu secara mudah, akan secara otomatis membiasakan mereka untuk terbiasa dalam berbicara bahasa Inggris.

One on one SmartKids praktik berbicara bahasa Inggris (ft. OKL)

Dengan demikian, OKL Street Library terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Malaka dan memberdayakan anak-anak di daerah terpencil untuk mencapai cita-cita mereka. Kami dukung dan berikan motivasi kepada anak-anak di Malaka untuk terus belajar dan mencapai masa depan yang lebih baik. (BY OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn