X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

LESTARIKAN TARIAN BIDU, OKL STREET LIBRARY HADIRKAN KELAS LITERASI BUDAYA UNTUK GENERASI MUDA MALAKA

SmartKids latihan Bidu diruang terbuka Komunitas OKL Street Library (ft. OKL)

Librarypost.com Malaka / Tarian Bidu, salah satu kekayaan budaya daerah Malaka, terancam punah. Faktor seperti kurangnya minat generasi muda, salah memanfaatkan teknologi, dan pergesekan minat dalam masyarakat menjadi penyebab utama. Namun, Komunitas OKL Street Library tidak tinggal diam. Mereka berinovasi dan berkreativitas untuk melestarikan tarian Bidu dengan mengadakan kelas literasi budaya.

Kelas literasi budaya ini diadakan setiap hari Minggu, pukul 15:00 WITA, dan bebas biaya. SmartKids yang tergabung di Komunitas OKL Street Library SmarTastic Kids and Teens club, telah mengikuti latihan tarian Bidu dengan gerakan variasi tarian, yakni gerak tangan mengayun dengan dialog, dan membentuk sebuah lingkaran.

“Tarian Bidu adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan. Kami ingin generasi muda Malaka memiliki kesadaran dan minat untuk melestarikan budaya daerah kita,” kata Kaka Okto, Founder OKL Street Library.

Suasana kelas literasi budaya di OKL Street Library (ft. OKL)

Kelas literasi budaya ini tidak hanya tentang tarian Bidu, tapi juga tentang meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda Malaka terhadap budaya daerah. “Kami ingin anak-anak memiliki kemampuan untuk memahami dan menghargai budaya daerah kita,” tambah Kaka Okto.

Dengan adanya kelas literasi budaya ini, diharapkan tarian Bidu dapat terus dilestarikan dan menjadi salah satu kekayaan seni budaya daerah di Malaka-Nusa Tenggara Timur. Pesan Kaka Okto: Mari kita bersama-sama melestarikan budaya daerah kita. Ayo bergabung dengan kelas literasi budaya di OKL Street Library.

Dengan semangat dan kreativitas, OKL Street Library membuktikan bahwa budaya daerah dapat dilestarikan dan dikembangkan. (BY OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn