X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

ENAM DESAINER TANAH AIR BAKAL TAMPIL DI NEW YORK INDONESIA FASHION WEEK SEPTEMBER 2024

 

Vanny Tousignant – Founder & Produser New York Indonesia Fashion Week, kedua dari kanan (ft. dokumentasi NYIFW)

LibraryPost.Com New York City | Pergelaran mode New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) featuring International Fashion and Arts ke-16, akan di selenggarakan dua hari berturut-turut pada 6 dan 7 September mendatang. Perhelatan ini akan melibatkan enam desainer terpilih asal Indonesia, akan hadir menampilkan karya mereka di ajang NYIFW yang akan digelar di New York City, AS.

Terkait ajang yang akan diselenggarakan ini, founder sekaligus produser NYIFW, Vanny Tousignant mengatakan, pihaknya hanya memilih enam desainer saja karena hanya mereka yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan penyelenggara.

“Sebetulnya banyak desainer yang berminat untuk mengikuti NYIFW, tetapi hanya enam desainer yang lolos seleksi. tiga diantaranya sudah lebih dari tiga kali mengikuti NYIFW, sedangkan tiga lainnya baru pertama kali bergabung. Kami melihat cara mereka mendesain busana dan penguasaannya atas warsa budaya nusantara. Hal ini sebagai kriteria untuk masuk di New York Indonesia Fashion week,” ungkap Vanny Tousignant dalam keterangannya, dari New York City, Rabu (31/7).

Vanny mengaku sempat memperjuangkan agar ada lebih dari enam desainer asal Indonesia untuk bisa ikut terlibat. Namun, sayangnya beberapa lagi tetap tidak bisa lantaran belum memenuhi kriteria.

“Antusias desainer Indonesia yang ingin bergabung di NYIFW banyak sekali, hanya saja ada yang belum lolos standard NYIFW. Hanya enam desainer yang qualified sesuai kriteria NYIFW 2024 ini,” Lanjutnya.

Tak hanya itu, tantangan yang dibawakan enam desainer di ajang New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) 2024 bukan hanya tampil di ajang fashion show. Bahkan, mereka diminta untuk memberikan edukasi ke publik Amerika terkait warsa budaya warisan di Indonesia.

“Dari enam desainer ini selain bagaimana mereka mendesain busana, namun apa yang mereka bawa dari Indonesia, kemudian tenunan khas asal daerah mana dan harus asli,” tegas Vanny.

Ia mengatakan, enam desainer tanah air yang akan tampil di ajang New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) 2024 adalah Dr. Rosa Rumaseuw (asal Papua), Zuebarqa by Benz (asal Bandung), Joko SSP (asal Semarang), Tari Made (asal Yogyakarta), dua desainer muda kaka beradik asal Bandung Michelle Liu dan Catherine Liu. Selain desainer asal Indonesia, ajang bergengsi ini turut menghadirkan desainer asal Belgia, Ziana Kaoutar Chaoui, dan desainer Troy Anthony asal Washington DC, AS. Ucap Vanny.

Para desainer tersebut akan mengikuti sejumlah rangkaian acara, yakni pada 6 September, mereka menggelar showcase di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York. Pada 7 September, showcase akan diadakan di pusat kawasan Midtown, 128 East 28th Street, Manhattan, New York City, AS, di iringi penampilan Angklung dan tarian budaya Indonesia. Dilain hal, selain kegiatan di NYIFW para desainer tersebut akan melakukan photo shoot di beberapa ikon di New York City. Dan untuk menjalin silahturami lebih intim di antara para desainer, penutupan NYIFW akan diadakan di kediaman Vanny di New Jersey, AS. Tutup Vanny Tousignant. (By OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn