X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

FESTIVAL FILM “EUROPE ON SCREEN” AKAN HADIR MULAI 7 JUNI 2024: 75 FILM DARI 28 NEGARA EROPA SIAP MENGHIBUR PARA PECINTA FILM DI 8 KOTA INDONESIA

H.E. Dennis Chaibi, Meninaputri Wismurti, Nauval Yazid (ft. Lia-EoS)

LibraryPost.com Jakarta | Europe on Screen (EoS), sebuah festival film yang memutarkan film-film Eropa, akan kembali diselenggarakan di Indonesia pada 7-16 Juni 2024. Selama 10 hari, 75 film Eropa terbaru akan diputar secara gratis di delapan kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Medan, Sidoarjo, Surabaya, dan Yogyakarta.

“Kami melihat semakin tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Europe on Screen dengan mulai adanya permintaan mengadakan festival ini di kota mereka. Karena itulah, kami menambah dua kota baru, yaitu Malang dan Sidoarjo, sehingga total ada delapan kota dalam EoS 2024. Selain itu, kami akan menghadirkan film-film dari 28 negara Eropa, termasuk tiga negara yang turut berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam festival ini, yaitu Siprus, Lithuania, dan Georgia,” ungkap Bapak Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, (IFI Jakarta, 27/5/2024).

H.E. Dennis Chaibi, Ambassador of EU to Indonesia (ft. Lia-EoS)

Penyelenggaraan tahun ini yang merupakan edisi ke-24 mengesahkan EoS sebagai festival film internasional terlama di Indonesia. Selain memutar film-film yang berasal dari negara-negara Eropa, EoS 2024 juga menayangkan film pendek Indonesia dan film Indonesia yang mengambil lokasi syuting di Eropa dalam program On Location, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan industri perfilman Eropa dan Indonesia.

Chicken for Linda! (Prancis, 2023), sebuah film animasi bergenre komedi karya Sébastien Laudenbach dan Chiara Malta terpilih sebagai film pembuka EoS 2024. Film ini meraih penghargaan sebagai Best Feature di Annecy International Animated Film Festival 2023 dan Meilleur film d’animation di César Awards 2023, serta nominasi di kategori Best Animated Feature di Ottawa International Animation Festival 2023.

Sementara itu, film karya Michael Fetter Nathansky berjudul Every You Every Me (Jerman, 2024) terpilih sebagai film penutup EoS 2024. Film fantasi romantis ini diputar pertama kali di program Panorama Berlin International Film Festival 2024 dan mendapat nominasi Best Cinematography Feature Film di Deutscher Kamerapreis 2024.

Jules Irrmann, Director of IFI (ft. Lia-EoS)

Nauval Yazid, Festival Co-Director EoS 2024, menjelaskan tentang pemilihan film-film yang ditayangkan di EoS 2024. “Sebagai festival film yang digelar di pertengahan tahun, bersamaan dengan liburan sekolah, kami menghadirkan beragam jenis film di EoS 24. Ada animasi komedi yang membuka festival, lalu ada romantic comedy, action, thriller, dokumenter, sampai slasher seru khas Eropa. Harapan kami, semua kategori usia pencinta film dapat menikmati ragam pilihan film di festival ini, apalagi semua pemutaran film diadakan gratis dan terbuka untuk umum.”

Sebagai bentuk kontribusi EoS 2024 kepada industri film Indonesia sekaligus menjembatani industri film Eropa dan Indonesia, EoS 2024 mengadakan program Short Film Pitching Project (SFPP) di mana para pemenang akan mendapatkan dana parsial untuk produksi filmnya.

“Tahun ini kami menerima 197 pendaftaran dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Medan, Pontianak, Denpasar, sampai Kupang. Program SFPP EoS yang sudah berlangsung enam tahun ini telah menghasilkan lusinan film pendek yang ditayangkan tidak hanya di EoS, tapi juga festival film lokal dan internasional. Di EoS 2024, kami juga akan menayangkan secara perdana film-film pendek pemenang SFPP 2023 yang berasal dari Jawa Timur, Jakarta, dan Tangerang,” ujar Meninaputri Wismurti, Festival Co-Director EoS 2024.

Meninaputri Wismurti, Nauval Yazid (ft. Lia-EoS)

Pemenang SFPP EoS 2024 akan mendapatkan hadiah uang tunai dan nontunai dari EoS 2024, SAE Indonesia, Kemala Home Living, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. EoS 2024 juga akan menghadirkan Eamon Little, penulis naskah film That They May Face the Rising Sun (2023) dari Irlandia. Beliau akan menghadiri pemutaran film di EoS 2024 serta mengadakan lokakarya penulisan naskah di Jakarta, yang terbuka untuk masyarakat yang berminat mempelajari tentang penulisan naskah film.

Selain itu, EoS 2024 juga menggelar program retrospektif Lina Wertmüller, sutradara legendaris asal Italia yang menjadi sutradara perempuan pertama di dunia yang dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik di Academy Awards atau Oscar tahun 1977. Film-film klasik Lina Wertmüller seperti The Lizards (1963), Swept Away (1974), dan Seven Beauties (1975) dapat ditonton dalam program Retrospective EoS 2024, sambil menikmati pameran karyanya di Istituto Italiano di Cultura Jakarta.

Q n A Press  Session (ft. Lia-EoS)

Sebagai sesi pemanasan, diadakan program pra-festival Road to EoS 2024 pada Maret sampai awal Juni 2024 yang berlangsung secara luring dan daring. Road to EoS 2024 secara luring berlangsung di kota Surabaya, Yogyakarta, Medan, Bandung, Bekasi dan Jakarta. Sementara secara daring diadakan dalam bentuk Instagram Live berupa obrolan dan diskusi dengan sosok-sosok dari industri perfilman Indonesia dan Eropa.

Film-film di EoS 2024 dapat ditonton secara gratis dari 7-16 Juni 2024 di seluruh lokasi festival dengan langsung datang ke lokasi. Untuk pemutaran di Jakarta, penonton bisa melakukan registrasi satu jam sebelum film dimulai langsung di lokasi terkait.

Semua informasi mengenai EoS 2024, termasuk jadwal pemutaran film dan seluruh program yang berlangsung selama festival, dapat diperoleh di www.europeonscreen.org serta di akun resmi Europe on Screen di Instagram, Twitter/X, dan Facebook. (EDITOR BY OKL).

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn