X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

HIDUP DAMAI DAN BERDAMPINGAN: PESAN PERAYAAN IBADAH SUCI JUMAT AGUNG DI GEREJA SANTO ANDREAS FAHILUKA-MALAKA

Perayaan ibadah suci Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Andreas Fahiluka (ft. OKL)

OKL-Library.com Malaka | Perayaan Jumat Agung, seperti biasanya diperingati dengan mengikuti ibadah suci yang dilakukan di Gereja.

Umat Kristiani seluruh dunia merayakan ibadah suci Jumat Agung atau hari penyaliban Yesus Kristus pada Jumat (15/4/2022) dan sebagian besar gereja menggelar jalan salib bergilir keliling lingkungan.

Di Aintasi, salah satunya di Gereja katolik Santo Andreas Fahiluka-Malaka, misa suci jalan salib juga sudah menjadi tradisi, sebelum perayaan misa suci Jumat Agung, umat Katolik dapat mengikuti jalan salib penyaliban Yesus Kristus bergilir keliling di dua belas lingkungan yang ada di paroki Bolan.

Secara sederhana, sebagai simbolisasi dengan memikul kayu salib yang kasar, harus ditanggung menahan beban setelah Yesus Kristus disiksa tentara-tentara Romawi. Penderitaan Yesus Kristus inilah yang dimaknai dalam misa suci jalan salib penyalipan Yesus Kristus untuk memperingati perayaan suci Jumat Agung di Gereja Santo Andreas Fahiluka.

Perayaan suci tersebut merupakan bagian penting dalam perayaan Paskah yang dirayakan seluruh umat kristiani di Aintasi-Malaka.

Perayaan suci Jumat Agung merupakan peristiwa penting kisah sengsara Yesus Kristus. Bagi umat kristiani, perayaan suci Jumat Agung tersebut adalah bagian penting dari serangkaian dari Tri Hari Suci.

Setelah perayaan Jumat Agung, umat kristiani akan merayakan Sabtu Suci atau disebut dengan malam Paskah, hingga Minggu Paskah.

Ratapan Suci Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Andreas Fahiluka (ft. OKL)

Pada perayaan ibadah suci Jumat Agung, umat Katolik memperingati penebusan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib. Dalam kematian Yesus Kristus, umat Katolik meyakini Yesus Kristus telah menebus dosa umat manusia.

Oleh karena itu, perayaan ibadah suci Jumat Agung, dapat meneguhkan cinta kasih Yesus Kristus kepada umat manusia, serta menjadi bagian dalam karya penyelamatan Yesus Kristus. Karena setelah wafat-Nya, Ia bangkit pada hari ketiga, yang kemudian diperingati sebagai hari raya Paskah.

Misa Suci Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Andreas Fahiluka (ft. OKL)

Romo Yosep Meak, Pr. pemimpinin perayaan ibadah Suci Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Andreas Fahiluka mengatakan, Yesus Kristus mencintai kita tanpa batas. Sebagai umat beriman harus hidup damai dan berdampingan. Kita manusia berdosa, namun Yesus Kristus mati untuk menebus dosa kita. Hal ini merupakan inti dari kisah sengsara Yesus Kristus.

”Yesus Kristus mati untuk menebus dosa umat manusia, Hiduplah damai dan berdampingan satu sama yang lain, kita umat manusia berdosa, untuk memaknai inti dari kisah Sengsara Yesus Kristus.” Ujar Romo Yosep.

Lebih lanjut, Romo Yosep mengatakan, Yesus Kristus mengasihi kita sampai selama-selamanya. Karya Cinta Yesus Kristus selalu ada bersama kita. Sebagai komuni Kudus, merupakan pesan Yesus Kristus, untuk menyertai kita sampai selama-lamanya.

Selamat menjalankan perayaan ibadah suci Jumat Agung kepada seluruh umat kristiani. Tutup Romo Yosep. (By OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn