X
MISSION COMPLETE: OKL STREET LIBRARY CORNERSTONE ADVENTURE CONCLUDES GLOBAL RESEARCH DISSEMINATION AT THE UNIVERSITY OF OXFORD
Mission Accomplished: A sovereign presence at the Thatcher Business Education Centre, symbolizing the successful integration of Indonesian frontier data into the University of Oxford’s global scholarly network (doc by OKL) Librarypost.com Oxford, UK | March 30, 2026 — The OKL Street Library Global Cirnerstone adventure has officially concluded its strategic mission at the 10th World Conference…
OKL STREET LIBRARY GLOBAL CORNERSTONE ADVENTURE: ANALYZING INDUSTRIAL RESILIENCE AND SUSTAINABLE ART AT THE BOMB FACTORY LONDON
Cultural Intersections: Standing at The Bomb Factory, London, analyzing the role of contemporary industrial art in global social and environmental discourse (doc by OKL) Librarypost.com London, UK | March 29, 2026 — As part of the OKL Street Library Global Cornerstone Adventure, the foundation conducted a strategic observation at The Bomb Factory Art Foundation to explore…
OKL STREET LIBRARY GLOBAL CORNERSTONE ADVENTURE: POST-CONFERENCE RESEARCH ACADEMIC AND INSTITUTIONAL MAPPING AT THE HEART OF OXFORD
The Repository of Knowledge: Analyzing the architectural and systemic foundations of the Radcliffe Camera (Bodleian Libraries), benchmarking centuries of institutional archive management for frontier literacy hubs (doc by OKL) Librarypost.com Oxford, UK | March 28, 2026 — Following a successful research dissemination at Saïd Business School, University of Oxford the OKL Foundation extended its Global Cornerstone…

MIMPILAH BESAR, KAKA VINO!

 

Vino, SmartKids penjual roti kukus keliling perkampungan (ft. OKL)

Librarypost.com Malaka / Dalam usia yang masih muda, Adrianus Vino Nahak, atau biasa disapa Vino, telah menunjukkan semangat dan keberanian yang luar biasa. Siswa kelas VI SDK Tahak ini tidak hanya fokus pada pendidikannya, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan berusaha keras untuk membantu keluarganya.

Setiap pagi, Vino dan sepupu-sepunya dapat ditemukan berjualan roti kukus di sepanjang perkampungan Desa Railor. Dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu 1000 rupiah per kue, mereka berusaha keras untuk mengumpulkan uang untuk kebutuhan sekolah dan membantu keluarganya.

Vino tinggal bersama neneknya, karena kedua orang tuanya telah berpisah. Ia tidak pernah melihat sosok ibunya, yang pergi meninggalkannya ketika ia masih bayi. Namun, hal ini tidak membuatnya menyerah. Ia tetap semangat dan berusaha keras untuk mencapai mimpinya.

“Menjadi tentara adalah cita-cita saya, karena saya ingin membela negara,” kata Vino dengan percaya diri.

Vino dan sepupunya sedang berjualan Roti Kukus di perkampungan (ft. OKL)

Vino juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti menjadi sukarelawan di posko bencana Tahak Debunaruk saat banjir bandang di Malaka 4 April lalu. Ia juga pintar dalam menari bidu dan Haksoke, tarian daerah Malaka, dan sering sukarela menari di acara-acara adat dan pernikahan.

Kisah Vino ini sangat menginspirasi, karena ia telah menunjukkan bahwa dengan semangat dan keberanian, kita dapat mencapai apa pun yang kita inginkan. Ia juga membuktikan bahwa anak-anak pesisir dapat membuat perbedaan besar dalam masyarakat.

Vino mengatakan bahwa hasil penjualan kue ini akan digunakan untuk membelikannya seragam sekolah SMP nanti, ikat pinggang, membayar uang sekolahnya dan sepupu-sepunya. Ia juga berharap dapat terus membantu berjualan sehingga bisa membantu kebutuhan sekolahnya untuk melanjutkan pendidikannya di SMP kelak.

Semoga mimpi Vino terwujud kelak, dan ia dapat menjadi contoh bagi anak-anak pesisir lainnya untuk selalu berusaha keras dan tidak menyerah dalam mencapai cita-cita mereka.

Dengan semangat dan keberanian yang dimiliki Vino, kita dapat yakin bahwa ia akan mencapai mimpinya dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Mari kita dukung dan berikan motivasi kepada anak-anak pesisir seperti Vino untuk terus berusaha keras dan mencapai cita-cita mereka! (BY OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn