X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

ROAD TO EUROPE ON SCREEN: SESI PEMANASAN MENYAMBUT FESTIVAL FILM EUROPE ON SCREEN 2024

Meninaputri Wismurti, Festival Co-Director EoS 2024 (Foto by EOS Team)

OKL-Library..com | Jakarta, 7 Mei 2024 – Uni Eropa akan kembali menggelar Festival Film “Europe on Screen” (EoS) pada 7 – 16 Juni 2024. Untuk mendukung EoS 2024, Uni Eropa menyelenggarakan acara pra-festival bertajuk “Road to EoS 2024” di beberapa kota, yaitu Surabaya, Yogyakarta, Medan, Bandung dan Jakarta.

Road to EoS 2024 merupakan acara pemutaran film-film yang pernah ditayangkan di EoS tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat di kota-kota tersebut dapat menghadiri acara ini tanpa dipungut biaya.

“Road to EoS 2024 menjadi sesi pemanasan bagi pecinta film di Indonesia karena Festival Film EoS 2024 akan berlangsung sebentar lagi, sekaligus membangun antusiasme mereka mengenai film-film yang akan ditayangkan di EoS 2024,” ucap Nauval Yazid, Festival Co-Director EoS 2024.

Sampai saat ini, Road to EoS 2024 telah dilaksanakan di beberapa kota secara meriah. Di Surabaya, Road to EoS 2024 dilaksanakan di IFI Surabaya dan Wisma Jerman pada 19-20 April 2024, memutarkan film Any Day Now (Finland, 2020) dan My Big Night (Spain, 2015). Pada Road to EoS 2024 Surabaya ini, Nauval Yazid turut hadir untuk membuka acara dan memandu sesi tanya jawab bersama penonton. Tahun ini antusiasme penonton sangat terasa; mereka tidak hanya datang dari Surabaya, tapi juga dari kota-kota satelit seperti Malang, Sidoarjo dan lainnya.

Sementara itu, Road to EoS 2024 Yogyakarta bertempat di IFI Yogyakarta pada 4 Mei
2024, memutarkan film My Grandfather’s Demons (Portugal, 2022), Mandibles (France, 2020), dan Mermaids Don’t Cry (Austria, 2022). Acara ini berlangsung meriah dengan sesi diskusi setelah sesi pemutaran film bersama Meninaputri Wismurti, Festival Co-Director EoS 2024, yang membahas tentang film-film tersebut juga tentang industri film di Eropa.

Road to EoS 2024 Yogyakarta berlanjut dengan kuliah umum tentang festival film di Eropa, hasil bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Di kuliah umum ini, Meninaputri Wismurti mengenalkan dan membahas pula festival film Europe On Screen.

Road to EoS 2024 akan berlanjut di kota Medan pada 10-11 Mei 2024 bertempat di AF Medan, di Bandung pada 17 Mei 2024 bertempat di IFI Bandung, Serta di Jakarta pada 31 Mei hingga 2 Juni 2024 bertempat di IFI Thamrin dan Erasmus Huis (31 Mei 2024), Kedutaan Besar Austria dan Istituto Italiano di Cultura (1 Juni 2024), serta Goethe House (2 Juni 2024).

Road to EoS 2024 juga diadakan secara daring dalam bentuk sesi Instagram Live yang
menghadirkan sosok-sosok dari industri perfilman, baik dari Indonesia maupun dari negara-negara Eropa. “RTE24: IGLive” ini membahas topik yang berkaitan dengan profesi di industri perfilman, di antaranya penulisan naskah film adaptasi, animasi, publikasi film, subtitling, sampai ke penjualan film.

“Kami ingin agar EoS juga menjadi platform tukar ilmu antar pegiat industri film lokal dan juga di Eropa. Hal ini kami harapkan dapat mendukung dan memicu perkembangan kedua industri film, serta terciptanya kolaborasi antara industri film di tanah air dengan di Eropa di masa depan,” tutup Meninaputri Wismurti. (By OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn