X
MISSION COMPLETE: OKL STREET LIBRARY CORNERSTONE ADVENTURE CONCLUDES GLOBAL RESEARCH DISSEMINATION AT THE UNIVERSITY OF OXFORD
Mission Accomplished: A sovereign presence at the Thatcher Business Education Centre, symbolizing the successful integration of Indonesian frontier data into the University of Oxford’s global scholarly network (doc by OKL) Librarypost.com Oxford, UK | March 30, 2026 — The OKL Street Library Global Cirnerstone adventure has officially concluded its strategic mission at the 10th World Conference…
OKL STREET LIBRARY GLOBAL CORNERSTONE ADVENTURE: ANALYZING INDUSTRIAL RESILIENCE AND SUSTAINABLE ART AT THE BOMB FACTORY LONDON
Cultural Intersections: Standing at The Bomb Factory, London, analyzing the role of contemporary industrial art in global social and environmental discourse (doc by OKL) Librarypost.com London, UK | March 29, 2026 — As part of the OKL Street Library Global Cornerstone Adventure, the foundation conducted a strategic observation at The Bomb Factory Art Foundation to explore…
OKL STREET LIBRARY GLOBAL CORNERSTONE ADVENTURE: POST-CONFERENCE RESEARCH ACADEMIC AND INSTITUTIONAL MAPPING AT THE HEART OF OXFORD
The Repository of Knowledge: Analyzing the architectural and systemic foundations of the Radcliffe Camera (Bodleian Libraries), benchmarking centuries of institutional archive management for frontier literacy hubs (doc by OKL) Librarypost.com Oxford, UK | March 28, 2026 — Following a successful research dissemination at Saïd Business School, University of Oxford the OKL Foundation extended its Global Cornerstone…

TIGA DOSEN TIM PKM SABUK MERAH UNIVERSITAS TIMOR, MENGAJAK ANAK REMAJA PRAKTIK PENGENALAN HUTAN MANGROVE DI DESA RAILOR KABUPATEN MALAKA

Icebreaking bareng tim PkM SARA (Pengabdian kepada Masyarakat – Sabuk Merah), UNIMOR (ft. OKL)

OKL-Library.com Malaka | Willem Amu Blegur, S.Si., M.Sc, Anastasia Kadek Dety Lestari, S.Si., M.Sc, dan Krisantus J. Tey Seran, ST., MT, dosen Fakultas Pertanian, Universitas Timor, beserta perwakilan mahasiswa, yakni Adrianus Seran dari program studi Teknologi Informasi, Meliana Abuk Bere dari program studi Teknologi Informasi, dan Maria Desriana Klau dari program studi Biologi. Mereka adalah tim PkM SARA (Pengabdian kepada Masyarakat – Sabuk Merah) Universitas Timor yang mengabdi bagi kalangan anak – remaja di hutan bakau Beiblaka, Desa Railor, Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

PkM Universitas Timor, dari tim PkM SARA tersebut tentang Sosialisasi dan Pelatihan Pengenalan Mangrove dengan Skala Lapangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi di hutan bakau untuk  mengenali jenis bakau dalam ekosistem mangrove kepada masyarakat inklusif pesisir.

Hal ini diungkapkan Willem Amu Blegur, saat praktik lapangan yang dilakukan di hutan bakau Beiblaka, bahwasannya daerah pesisir Kabupaten Malaka, berlokasi di Mangrove Beiblaka, Desa Railor memiliki ekosistem mangrove yang masih alamiah yang akan mendukung keragaman hayati di laut. Tipe ekosistem yang ada merupakan ekosistem mangrove dengan kerapatan tersebar atau sparse, serta adanya beberapa spot yang menjadi titik tumbuh bagi bakau.

Dikatakannya, berbagai jenis spesies mangrove diidentifikasikannya antara lain dari genus Avicennia, genus Sonneratia, genus Rhizophora, genus Brugueira, Ceriops tagal dan asosiasi tumbuhan ekosistem bakau seperti asam, Nypha fruticans dan beberapa asosiasi liana lainnya. Sehingga, perlu diadakan identifikasi lebih lanjut untuk mempelajari jenis-jenis tersebut dari aspek distribusi, kelimpahan dan pengaruh faktor fisik-kimia lingkungan.

“Berdasarkan hasil observasi di lapangan, spesies mangrove yang hidup dan berkembang di pesisir Beiblaka, Desa Railor, Malaka Tengah seperti genus Avicennia, genus Brugueira, Ceriops tagal dan asosiasi tumbuhan ekosistem seperti Tamarindus indica, Nypha fruticans serta beberapa liana lainnya. Oleh sebab itu, kami sebagai dosen, beserta perwakilan mahasiswa dari prodi Biologi dan Teknologi Informasi melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat dalam waktu 2 hari dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengenalan mangrove di OKL Street Library. Untuk selanjutnya diharapkan perlu ada praktik lapangan identifikasi lebih lanjut ke hutan bakau Beiblaka untuk mempelajarinya dari aspek distribusi, kelimpahan dan faktor fisik-kimia lingkungannya,” ungkap Willem Amu di hutan bakau Beiblaka, Minggu (15/5/2022).

Lantas, berkaca pada kekayaan spesies Mangrove tersebut, diharapkan perlu atensi dari berbagai pihak, yang didalamnya termasuk semua elemen masyarakat terhadap hutan bakau di Beiblaka, Desa Railor.

“Perlunya masyarakat memiliki peranan dalam melindungi ekosistem bakau. Konversi ekosistem bakau menjadi tambak perlu pemikiran dan perencanaan yang matang sehingga tidak menjadi boomerang bagi kerusakan ekosistem mangrove atau bakau,” harapannya.

Menurut Willem, mangrove atau biasa disebut hutan bakau sangat perlu dilakukan praktik lapangan bagi anak – anak sejak dini. Hal ini sangat berguna bagi anak usia disini, apalagi bagi anak – remaja yang berada di pesisir hutan bakau Beiblaka, Desa Railor. Menurutnya, manfaat mangrove sangat penting bagi kehidupan manusia dan alamnya, seperti menjadi habitat ikan dan hewan pesisir, mendukung rantai makanan pesisir, pelindung kawasan pesisir, menjernihkan air laut, ekonomis dalam pariwisata, tempat berlabuh sampan nelayan dan salah satu sumber kayu bakar untuk batang yang sudah tua.

Willem Amu Blegur, tim PkM SARA, UNIMOR saat pelatihan pengenalan hutan mangrove di hutan Beiblaka (ft. OKL)

Disisi lain,  dikatakan Krisantus J. Tey Seran, tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini yakni untuk mempersiapkan anak – remaja agar peka terhadap daerah pesisir dengan pembekalan ilmu pengetahuan dan kemampuan tentang ekosistem mangrove, baik dari skala ekologis, ekonomis ataupun estetis yang berbasis pada internet.

“Tujuannya memberikan pemahaman kepada siswa terkait jenis tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove dan peranannya baik ekologis, ekonomis dan estetis. Produk yang dihasilkan adalah buku panduan sederhana untuk dapat mengenalkan jenis tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove dan untuk mengenal jenis mangrove berdasarkan gambar dari internet. Sehingga dengan buku panduan tersebut siswa dapat menjaga ekosistem mangrove di pesisir,” tuturnya (15/5).

Lebih lanjut, disampaikannya selain penyerahan buku bacaan kepada Komunitas OKL Street Library, komunitas berbasis literasi ini sebagai objek pertimbangan tim PkM Sabuk Merah untuk mengadakan pelatihan. Tak bisa dipungkiri, komunitas yang berdekatan langsung dengan kawasan mangrove Beiblaka. Sehingga, lokasi ini merupakan spot menarik untuk diadakan praktik pengenalan jenis ekosistem mangrove dan lainnya.

“Setelah pembekalan materi kemarin, kemudian diadakan praktik bersama di hutan bakau untuk mengenal lebih dekat jenis tumbuhan dalam ekosistem mangrove, memahami peranan ekosistem mangrove dan luas ekosistem dihutan bakau Beiblaka. Serta pemberian buku untuk menambah jumlah buku bacaan di Komunitas OKL Street Library,” lanjut Krisantus.

Krisantus J. Tey Seran, tim PkM SARA, UNIMOR saat penyerahan buku bacaan di OKL Street Library (ft. OKL)

Sementara itu, Anastasia Kadek Dety Lestari, dosen Teknologi Informasi memastikan, dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini tak hanya sebatas pada pelatihan, namun sekaligus melakukan sosialisasi terkait pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi kepada masyarakat, terutama anak – remaja inklusif daerah pesisir di Desa Railor. Seperti pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Google earth untuk mengetahui luas kawasan mangrove.

“Pengabdian ini juga sekalian sosialisasi pemanfaatan teknologi melalui aplikasi seperti Google earth untuk menghitung luasan kawasan mangrove. Berdasarkan hasil identifikasi potensi mangrove di sekitaran komunitas OKL Street Library, perhitungan luasan mangrove menjadi langkah awal dalam proses pemetaan kawasan mangrove. Kawasan mangrove Beiblaka, berpotensi sebagai kawasan pengembangan budidaya ikan dan lainnya. Sehingga langkah -langkah awal yang dibuat oleh Tim PkM SARA dapat menjadi langkah identifikasi awal dan pelatihan dasar dalam pengembangan literasi mangrove agar kedepannya dapat kawasan mangrove dapat ditingkatkan sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat nantinya,” ungkap Kadek.

Anastasia Kadek Dety Lestari, tim PkM SARA, UNIMOR saat praktik bersama anak – anak di hutan Beiblaka (ft. OKL)

Tak hanya antusias dari ketiga dosen tersebut. Gelora semangat juga dirasakan perwakilan dari mahasiswa FAPERTA, Universitas Timor. Ketiga mahasiswa tersebut meyakini, Pengabdian kepada Masyarakat seperti ini merupakan pengalaman menarik. Mereka merasa antusias, para dosen melibatkan mahasiswa dalam pengabdian dengan praktik langsung kepada masyarakat di tim PkM Sabuk Merah Universitas Timor.

Hal ini dirasakan Adrianus Seran, perwakilan mahasiswa program studi Teknologi Informasi, Universitas Timor. Ia merasa bangga ikut serta dalam tim PkM Sabuk Merah. Ia merasa sangat istimewa berada di tengah dosen dan masyarakat daerah pesisir. Hal ini merupakan pengalaman pertamanya secara langsung terlibat di masyarakat.

”Bangga dan merasa istimewa, dilibatkan para dosen dalam kegiatan seperti ini. Ini pertama kalinya ikut berbaur secara langsung di masyarakat,” bangga Adrianus.

Hal senada juga dirasakan Meliana Abuk Bere, mahasiswi program studi Teknologi Informasi, yang turut terlibat dalam PkM Sabuk Merah di Desa Railor. Menurutnya, pengabdian seperti ini sangat penting bagi mahasiswa, tak hanya belajar dibangku kuliah, namun ilmu yang telah diperolehnya dapat secara langsung diimplementasikannya kepada masyarakat.

“Senang sekali dilibatkan Bapak / Ibu dosen dalam pelatihan seperti ini. Apalagi dilakukan di daerah pesisir, pengalaman menarik bagi saya untuk mengabdi kepada masyarakat. Ini penting sekali, selain belajar di kelas, ilmunya dapat dipraktikkan langsung kepada masyarakat,” ujar Amelia.

Pengabdian kepada Masyarakat merupakan aktivitas pemberdayaan diri kepada masyarakat. Pengabdian kepada Masyarakat sangat penting bagi mahasiswa / mahasiswi karena merupakan bagian dari civitas akademik. Hal ini diucapkan Maria Desriana Klau, mahasiswi perwakilan dari program studi Biologi, Universitas Timor.

Ia mengungkapkan rasa kagumnya di selah – selah aktivitas pengabdiannya beserta para dosen tim PkM Sabuk Merah dan anak – remaja di Desa Railor. “Kagum dengan kegiatan seperti ini, dapat menambah wawasan baru, mengaplikasikan ilmu juga bertemu

anak – anak pesisir dan praktik bersama secara langsung. Ada zonasi bakau dan setiap zona memiliki jenis yang berbeda sebagai adaptasi. Trima kasih untuk Bapak / Ibu dosen tim PkM Sabuk Merah yang telah melibatkan kami para mahasiswa,” tutup Maria Desriana. (By OKL)

Adrianus Seran, Meliana Abuk Bere, Maria Desriana Klau, Perwakilan mahasiswa – mahasiswi dari program studi Biologi dan Teknologi Informasi, Universitas Timor (ft. OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn