X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

MEMBANGKITKAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN BAHASA INGGRIS

SmartKids Mengikuti Kelas Bahasa Inggris di Ruang Terbuka OKL Street Library (ft. OKL)

Librarypost.com Malaka / Dalam era globalisasi ini, kemampuan berbicara bahasa Inggris menjadi salah satu kunci sukses untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, OKL Street Library mengambil inisiatif untuk meningkatkan kualitas percakapan bahasa Inggris anak-anak dan remaja pesisir di Malaka melalui kelas edukatif berbasis literasi.

Kelas bahasa Inggris yang diadakan di ruang terbuka OKL Street Library ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak dan remaja dalam berbicara bahasa Inggris. Dengan tema “menyebut nama-nama bulan”, anak-anak dan remaja diajak untuk belajar mengucapkan dan mempraktikkan kata-kata dalam bahasa Inggris.

“Belajar bahasa Inggris sejak dini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan interaksi dengan orang-orang global,” kata salah satu pengajar di OKL Street Library. “Kami ingin anak-remaja memiliki kepercayaan diri untuk berbicara bahasa Inggris dengan fasih dan lancar.”

Ory, siswi kelas 8 SMPN Fahiluka yang tergabung sebagai salah satu di OKL Street Library Smartastic Kids and Teens Club, mengatakan bahwa ia termotivasi untuk belajar bahasa Inggris di OKL Street Library karena memiliki mimpi untuk belajar di luar negeri.

“Sejak sekarang, saya harus rajin dan semangat untuk belajar dan praktik dalam berbicara bahasa Inggris,” kata Ory. “Saya ingin memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik untuk mencapai mimpi saya.”

Kelas bahasa Inggris di OKL Street Library dirancang dengan metode FENPI: Fun, Enjoy and Happiness, sehingga anak-anak dan remaja selalu terinspirasi untuk semangat belajar. Dengan demikian, anak-anak dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dan mencapai cita-cita mereka.

“Jangan pernah berhenti belajar, perbanyak latihan, dan semangat selalu sebagai kunci sukses untuk fasih dalam berbicara bahasa Inggris,” kata pengajar di OKL Street Library. “Kami percaya bahwa dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, anak-anak dapat mencapai mimpi mereka dan menjadi generasi yang sukses.”

OKL Street Library mengundang anak-anak dan remaja untuk bergabung dengan kelas bahasa Inggris gratis setiap hari Rabu, jam 3 sore di ruang terbuka OKL Street Library, Tahak Debunaruk. Kelas ini dirancang khusus untuk pemula dan fokus pada dasar-dasar bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari.

Dengan semangat dan motivasi yang tinggi, anak-anak dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dan mencapai cita-cita mereka. (BY OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn