X
BRIDGING WORLDS: HOW CONTEMPORARY EUROPEAN CINEMA FOUND A DEVOTES HOME IN INDONESIA
A full house at Cinepolis Senayan Park, Jakarta, during the closing ceremony of Europe on Screen 2026. The 11-day festival expanded its reach to eight cities across Indonesia (doc. By EoS 2026) Librarypost.com Jakarta | Inside the dimly lit theaters of Senayan Park, the quiet rustle of a closing crowd marked the end of an ambitious…
VOICE FROM MARGINS: INDONESIA’S NEW WAVE OF FILMMAKERS PREMIERES AT EUROPE ON SCREEN
Emerging Indonesian directors celebrate the global debut of their Short Film Pitching Project (SFPP) winning films at Erasmus Huis, Jakarta (doc. By EoS 2026) Libraryppst.com Jakarta | In a cinematic landscape often dominated by commercial blockbusters, a quieter, deeply personal cinematic revolution is taking root in Indonesia. Europe on Screen (EoS) 2026 officially unveiled the highly…
BEYOND THE SCREEN: EUROPE’S LONGEST RUNNING FILM FESTIVAL IN INDONESIA RECLAIMS THE POWER OF SHARED HUMANITY
Mr. Stéphane Mechati, Chargé d’Affaires a.i. of the European Union Delegation to Indonesia, delivering the opening address at the 2026 Europe on Screen Film Festival in Jakarta (doc. By EoS 2026). Librarypost.com Jakarta | Against the backdrop of an increasingly fractured global landscape, cinema’s power to bridge deep cultural divides took center stage on Thursday evening. The…

MEMBANGKITKAN SEMANGAT LITERASI DI MALAKA

Aktivitas SmartKids di kelas literasi membaca dan menulis (ft. OKL)

Librarypost.com Malaka / Mengajari anak-anak di daerah terpencil untuk membaca dan menulis memang tidak mudah, tetapi dengan membiasakannya melalui kelompok belajar, barangkali hal ini sangat membantu anak-remaja untuk memaksimalkan kemampuan mereka untuk membaca dan menulis dengan cepat.

OKL Street Library SmarTastic Kids dan Teens Club merupakan solusi yang tepat bagi anak-remaja untuk belajar bersama, berimajinasi bersama melalui literasi membaca dan menulis. Aktivitas membaca dan menulis anak-anak di ruang terbuka juga sebagai salah satu cara untuk memompa semangatnya agar mereka tidak merasa cepat bosan dan tentu saja membuat anak-anak selalu bergairah untuk belajar membaca dan menulis.

Tema “budayaku” sebagai contoh yang dilakukan anak-remaja di ruangan terbuka OKL Street Library edisi Kamis (15/7/2021). Kali ini anak-anak menulis tentang budaya-budaya di Malaka-Nusa Tenggara Timur. Dari tema tersebut anak-anak semakin paham tentang budaya-budaya Malaka warisan leluhur yang perlu dilestarikan melalui sebuah tulisan.

Budaya-budaya warisan leluhur yang dipresentasikan anak-anak melalui tulisan-tulisan antara lain; budaya tarian daerah Bidu, budaya bercocok tanam, budaya Likurai, budaya bertenun dll. Anak-anak selain menulis kemudian membacakannya. Membaca kan tulisannya sebagai materi presentasi didepan teman-temannya.

Rey, siswa kelas 6 SDK Tahak menulis tentang budaya tarian Bidu. Dalam tulisannya, ia menceritakan bahwa “budaya tarian bidu ini merupakan budaya yang berasal dari daerah Malaka. Tarian Bidu ini biasanya dikakukan oleh penari pria maupun perempuan berkelompok, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Feira siswi kelas 7 SMP St. Ignatius Bolan menuliskan budaya berbeda, dimana budaya berkebun kedua orang tuanya. Ia meneceritakan lewat tulisannya bahwa “kedua orang tuanya setiap pagi berkebun untuk membersihkan kebun, tofa rumput dan membuat pagar.

Eva, siswi kelas 8 SMPN Fahiluka menulis tentang budaya bertenun. Dalam tulisannya, Eva menceritakan “ia lebih suka bertenun kain dengan pilihan warnanya tersendiri, karena warna benang pilihannya membuatnya semangat untuk menenun.

Aktivitas menulis SmartKids (ft. OKL)

Tujuan kelas membaca dan menulis dengan tema budaya ini yakni untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan kepada anak-anak untuk menguasai teknik-teknik sederhana membaca dan menangkap isi bacaan dengan baik dan dapat menuliskannya dengan baik dan benar, kemudian untuk menularkan spirit melestarikan budaya warisan leluhur melalui kecakapan menulis dan membaca.

Ingin menjadi penulis profesional kata anak-anak; yakin deh menulis itu mudah yang terpenting sudah tahu tips dan triknya. Ada tiga cara untuk menjadi penulis profesional yaitu menulis, menulis dan menulis sejak dini. Semangat berkarya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, dari ufuk Timur pulau Timor bersama untuk Indonesia yang semakin maju dan tangguh, berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. (BY OKL)

Library Post: Oktavianus Klau Lekik, M.Med.Kom. is a Social Architect, Researcher, and the Founder of OKL Foundation. With a 19-year career in strategic communication, he is currently a Research Presenter at the University of Oxford (2026). His work bridges global academic frameworks from University of Amsterdam, Leiden University to Harvard University with grassroots social innovation in Indonesia's frontier. Connect with him on LinkedIn