Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PELATIHAN PENGENALAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGUATAN LITERASI MANGROVE: KOLABORASI OKL STREET LIBRARY DAN TIM PKM FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TIMOR DI DAERAH PESISIR KABUPATEN MALAKA

Hari pertama pelatihan pengenalan mangrove dan pemanfaatan Teknologi Informasi (ft. OKL)

OKL-Library.com Malaka | Bertempat di ruang terbuka Komunitas OKL Street Library, Tahak Debunaruk, Desa Railor Malaka – Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (14/5/2022), hari pertama tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari dosen program studi Biologi dan Teknologi Informasi, FAPERTA, Universitas Timor mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Pengenalan Mangrove dengan Skala Lapangan serta Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai media dalam peningkatan literasi mangrove oleh Willem Amu Blegur, S.Si., M.Sc, Anastasia Kadek Dety Lestari, S.Si., M.Sc, dan Krisantus J. Tey Seran, ST., MT.

Willem Amu Blegur mengatakan, Sosialisasi dan Pelatihan Pengenalan Mangrove dengan Skala Lapangan serta Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai media dalam peningkatan literasi mangrove ini dilakukan secara tatap muka, selama dua hari untuk anak – remaja daerah pesisir. Kegiatan ini melibatkan perwakilan mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Adrianus Seran dari Program Studi Teknologi Informasi, Meliana Abuk Bere dari Program Studi Teknologi Informasi, dan Maria Desriana Klau dari Program Studi Biologi di Desa Railor, Kabupaten Malaka – NTT.

“Sosialisasi dan Pelatihan Pengenalan Mangrove dengan Skala Lapangan serta Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai media dalam peningkatan literasi mangrove, kami adakan selama dua hari pada akhir pekan. Hari ini, merupakan hari pertama pelatihan pengenalan mangrove secara tatap muka bagi siswa di pesisir serta perwakilan dari mahasiswa Universitas Timor,” ungkap Willem di ruang terbuka komunitas OKL Street Library, Sabtu (14/5/2022).

Ia menjabarkan, pada sosialisasi dan pelatihan dua hari ini peserta akan mendapatkan materi dasar tentang ekosistem mangrove, pemanfaatan teknologi informasi dalam peningkatan literasi mangrove, serta praktik pengenalan jenis di hutan mangrove. Seperti, apa saja tipe mangrove dan manfaat mangrove, bagaimana perhitungan luas ekosistem bakau secara sederhana menggunakan aplikasi digital, bagaimana mengenal jenis mangrove dengan bantuan internet serta praktik pengenalannya ke hutan bakau.

“Materi dasar sosialisasi dan pelatihan dua hari ini secara singkat dan ringan untuk siswa. Peserta mendapatkan pengetahuan yang baik tentang pengenalan dan pemanfaatan teknologi informasi dengan baik, yaitu belajar tipe mangrove, belajar menghitung bakau dengan internet, juga praktik langsung ke hutan bakau,” jabar Willem.

Dilanjutkan Willem, pentingnya materi untuk hari pertama Sosialisasi dan Pelatihan Pengenalan Mangrove dengan Skala Lapangan serta Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai media dalam peningkatan literasi mangrove bagi anak – remaja untuk memahami jenis tumbuhan dalam ekosistem mangrove, kemudian memahami peranan ekosistem mangrove dan luas ekosistem tersebut. Sehingga anak – remaja dapat mengenak jenis tumbuhan dan luas ekosistem mangrove di daerah pesisir Desa Railor.

“Yang jelas pada pelatihan hari pertama ini, pentingnya dasar materi agar siswa dapat memperoleh ilmu terkait jenis tumbuhan dan ekosistem mangrove, mereka juga paham peran ekosistem mangrove dan luasnya, juga mereka memiliki pemahaman untuk mengenal mangrove di lokasi pesisir ini,” lanjutnya.

Tim PkM FAPERTA Universitas Timor di ruang terbuka Komunitas OKL Street Library (ft. OKL)

Sementara itu, Krisantus J. Tey Seran, kordinator lapangan pelatihan identifikasi mangrove dan pemanfaatan TI sebagai media dalam peningkatan literasi mangrove di prioritaskan kepada anak – remaja di daerah pesisir Desa Railor, menurutnya lokasi komunitas OKL Street Library yang tak begitu jauh dari hutan bakau Beiblaka. Sehingga, sosialisasi dan pelatihan ini lebih tepat dapat diperkenalkan kepada anak – remaja di daerah pesisir ini. Bahkan, Ia menekankan, kedepannya ada keberlanjutan dalam pelatihan semacam ini dengan tema berbeda namun saling berkaitan dengan spesifikasi mangrove dan teknologi informasi, misalkan pada literasi teknologi atau literasi digital untuk anak-anak di Desa Railor.

“Keberlanjutan Pengabdian kepada Masyarakat dari kami tidak sebatas pada Sosialisasi dan pelatihan identifikasi mangrove dan pemanfaatan teknologi informasi, kedepannya kami akan mengabdi dengan materi yang spesifik berkesinambungan antara literasi mangrove dengan literasi teknologi, literasi digital dan lainnya untuk siswa di daerah pesisir,” tutur Krisantus, diruang terbuka Komunitas OKL Street Library, Sabtu (14/5).

Lebih lanjut dikatakannya, hal penting dalam sosialisasi dan pelatihan hari ini merupakan pengenalan dasar manfaat dari pohon bakau di pesisir pantai, kemudian mencari informasi pohon bakau melalui internet, serta penyerahan donasi buku.

“Tiga poin penting dalam sosialisasi dan pelatihan sore ini, yakni pengenalan manfaat dari pohon bakau di pesisir pantai, bagaimana mencari informasi pohon bakau melalui internet, juga penyerahan donasi buku bacaan di Komunitas OKL Street Library,” ujarnya.

Keseruan icebreaking di pelatihan identifikasi mangrove dan pemanfaatan teknologi informasi di ruang terbuka Komunitas OKL Street Library (ft. OKL)

Pada waktu bersamaan, Anastasia Kadek Dety Lestari menjelaskan, sosialisasi dan pelatihan ini dikhususkan bagi anak – remaja secara gratis dari tim PkM Fakultas Pertanian, Universitas Timor, kolaborasi dengan Komunitas OKL Street Library di daerah pesisir, seperti di Desa Railor, Kabupaten Malaka.

Dijelaskannya, melalui pelatihan seperti ini, sekiranya anak – remaja di daerah pesisir memperoleh ilmu pengetahuan agar dapat mengembangkan literasi Mangrove dengan baik dalam menjaga lingkungan dan alam di pesisir Desa Railor. Seperti pada ekosistem Mangrove, melalui pengenalan jenis bakau yang berbasis pada Teknologi Informasi.

“Sosialisasi dasar pengetahuan tentang ekosistem mangrove berdampak positif bagi siswa pesisir di Desa Railor. Sebagai generasi muda untuk menjaga lingkungan dan bakau dengan pendekatan pada teknologi informasi, baik dalam mengidentifikasi ekosistem mangrove maupun pengukuran luasan mangrove,” jelas Kadek.

Anak – remaja peserta sosialisasi dan pelatihan pengenalan mangrove dan pemanfaatan teknologi informasi (ft. OKL)

Terlepas dari itu, berkaca pada kolaborasi Komunitas OKL Street Library dan tim PkM dari Program Studi Biologi dan Teknologi Informasi, FAPERTA, Universitas Timor melalui sosialisasi dan pelatihan pengenalan Mangrove dan Pemanfaatan teknologi informasi tersebut, ada hal menarik dikatakan Founder OKL Street Library, Oktavianus Klau Lekik bahwa kolaborasi seperti ini sangat penting dalam komunitas sosial.

Menurut Oktavianus, pelatihan seperti ini sebagai mata rantai Komunitas OKL Street Library dalam memaksimalkan program-program literasi seperti pada kelas literasi teknologi, literasi sains, literasi lingkungan, literasi komunikasi, literasi informasi, dan literasi sejenisnya di daerah inklusif pesisir perbatasan RI – RDTL, Kabupaten Malaka.

Ia mengucapkan trima kasih untuk tim PkM dari program studi Biologi dan Teknologi Informasi, FAPERTA, Universitas Timor, yang telah berkolaborasi untuk Pengabdian kepada Masyarakat di daerah pesisir Kabupaten Malaka.

“Kolaborasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi, terutama di daerah pesisir yang masih inklusif. Tak lupa, kami ucapan terima kasih atas keberlanjutan kolaborasi dari tim PkM Universitas Timor.” Tutup Oktavianus. (By OKL)

Sign Up to Our Newsletter

Be the first to know the latest updates

Whoops, you're not connected to Mailchimp. You need to enter a valid Mailchimp API key.