Smartkids seusai Kelas Literasi Membaca dan Menulis di ruang terbuka OKL Street Library (ft. OKL)
Librarypost.com Malaka / Membaca dan menulis untuk anak-anak sangatlah penting dilakukan sejak dini, karena anak-anak akan lebih mudah untuk menyerapkan ilmu dan pengetahuan.
Pengetahuan Literasi membaca dan menulis untuk anak-anak merupakan sesuatu hal yang menarik untuk meningkatkan kepandaian dan kecerdasan anak-anak dalam bertutur kata, menulis, membaca, dan berbahasa, dan juga mencari solusi pada setiap masalahnya.
Skill literasi membaca dan menulis untuk anak-anak tentu berbeda-beda. Karena semakin baik literasi membaca dan menulis pada anak-anak maka akan semakin baik juga seorang anak-anak bertumbuh dan berkembang di lingkungannya.
Melihat pada hal tersebut, maka setiap hari Kamis jam 3 sore diadakan kelas literasi membaca dan menulis untuk anak-anak di ruang terbuka OKL Street Library, Tahak Debunaruk, Desa Railor, Malaka-Nusa Tenggara Timur.
Edisi Kamis (22/7/2021), kelas diadakan dengan tema “kebunku”, dengan tema sederhana seperti ini anak-anak membiasakan diri untuk menulis dan merangkai kata-kata yang sudah mereka tahu di kebunnya, kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan singkat, dan membacakannya di depan teman-temannya.
Kelas dirancang dengan metode komunikasi dua arah, sehingga selain anak-anak bisa menulis dan membaca juga berkesempatan untuk saling bertanya dan menjawab, hal-hal semacam ini yang kemudian akan membentuk karakter anak-anak bertumbuh dan berkembang dengan cepat.
Alasannya mengangkat tema “kebunku”, agar anak-anak semakin dekat dan mengenal setiap apa yang dilakukan orang tuannya di kebun. Hal ini diakui oleh beberapa SmartKids yang sore ini menceritakan melalui tulisannya sebagai berikut;
Risma, siswi kelas 7 SMPN Fahiluka yang tergabung di OKL Street Library SmarTastic Teens club ini, melalui tulisannya ia menceritakan bahwa ia dan keluarganya memiliki beberapa kebun, disetiap kebunnya ada pohon kelapa, pohon pisang, singkong, ubi jalar. Ia menambahkan, pada musim tanam ia dan keluarganya menanam jagung, kadang menanam kacang tanah, kacang hijau dan shorgum.

Risma sedang menulis dikelas Menulis dan Membaca OKL Street Library (ft. OKL)
Feira, siswi kelas 7 SMP St. Ignatius Bolan, juga menceritakan bahwa di kebunnya ada pohon mangga, pohon jeruk, pohon kepala. Jika musim bertanam, maka orang tuanya menanam jagung, kacang hijau, kacang tanah dan shorgum.

Feira sedang menulis dikelas Menulis dan Membaca OKL Street Library (ft. OKL)
Umi, siswi kelas 5 SDK Tahak, menceritakan bahwa di kebunnya selain untuk tanam jagung, juga ada pohon kelor, pohon pinang, pohon mangga, pohon sagu. Selain itu, ia mengatakan, kebunnya juga untuk menanam sayuran seperti sayur hijau, kangkung, tomat dan ada juga buah semangka.

Umi sedang menulis dikelas Menulis dan Membaca (ft. OKL)
Semangat menulis dan membaca anak-anak sangat baik, pelan-pelan namun pasti untuk membiasakan mereka untuk membentuk daya imajinasi menulis melalui apa yang ada di kebunnya. Tujuannya untuk mentransfer daya imajinasi untuk anak-anak sehingga mereka tumbuh, berkembang dan memiliki ketrampilan dalam membaca dan menulis dengan cepat sejak dini.
OKL Street Library fokus untuk berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak-anak di daerah terpencil Tahak Debunaruk, Desa Railor, berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Bergerak bersama untuk mencerdaskan anak bangsa, serta terwujudnya Indonesia yang makin maju dan tangguh.
Dengan demikian, OKL Street Library terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Malaka dan memberdayakan anak-anak di daerah terpencil untuk mencapai cita-cita mereka. Kami dukung dan berikan motivasi kepada anak-anak di Malaka untuk terus belajar dan mencapai masa depan yang lebih baik. (BY OKL)
